A

A. Definisi Konsep
1. Konsep Evaluasi
Kata evaluasi atau bahasa inggrisnya evaluation pada kamus bahasa Inggris diartikan sebagai “penilaian”. Sama halnya yang terdapat dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata evaluasi berarti “penilaian”.
Evaluasi memegang peranan strategis dalam suatu organisasi, yaitu menentukan sejauhmana pencapaian tujuan organisasi tersebut berhasil atau gagal diraih. Dari hasil evaluasi dapat memberikan gambaran mengenai kinerja suatu organisasi, yaitu seberapa jauh pencapaian dan kebutuhan yang masih harus dipenuhi.
Dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 21 menyatakan bahwa evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan dan penetapan mutu pendidikan sebagai bentuk pertanggung-jawaban penyelenggaraan pendidikan. Hal serupa terdapat pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 2 ayat 1 menyatakan bahwa untuk menjamin mutu dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan dilakukan Evaluasi, Akreditasi, Sertifikasi.
Secara khusus dalam bidang pendidikan Gall, Gall & Borg mendefinisikan pengertian evaluasi adalah “Education evaluation is the process of making judgments about the mertit, value or worth of education program.” Evaluasi pendidikan adalah proses dari pembuatan keputusan tentang kebaikan, kegunaan atau manfaat suatu program pendidikan.
Menurut Dunn, secara umum istilah evaluasi dapat disamakan dengan penaksiran (appraisal), pemberian angka (rating), dan penilaian (assessment), kata-kata yang menyatakan usaha untuk menganalisis hasil kebijakan dalam arti satuan nilainya. Dalam arti yang lebih spesifik, evaluasi berkenaan dengan produksi informasi mengenai nilai atau manfaat hasil kebijakan. Dunn menjelaskan pula bahwa istilah evaluasi berhubungan, masing-masing menunjukan pada aplikasi beberapa skala nilai terhadap hasil kebijakan dan program. Evaluasi adalah penilaian terhadap suatu program hasil kebijakan atau kegagalan dari suatu program. Lebih lanjut Dunn menegaskan bahwa evaluasi membantu pengambilan kebijakan pada tahap penilaian kebijakan terhadap pembuatan kebijakan. Evaluasi tidak hanya menghasilkan kesimpulan mengenai seberapa jauh masalah terselesaikan; tetapi juga menyumbang pada klarifikasi dan kritik terhadap nilai-nilai yang mendasari kebijakan, membantu dalam penyesuaian dan perumusan kembali masalah.
Dalam International Quality Standards ISO 9001:2008 menyebutkan pengertian evaluasi adalah “is the standard that provides a set of standardized requirements for a quality management system”. Evaluasi adalah standar yang menyediakan seperangkat persyaratan baku atas suatu sistem manajemen mutu.
Hal senada juga dikemukakan UNESCO bahwa “Evaluation is the process of making judgement of worth and decisions on the basic of information collected for the purposes”. Evaluasi merupakan proses guna menghasilkan keputusan untuk menilai dan mengambil keputusan berdasarkan tujuan tertentu melalui informasi yang diperoleh.
Evaluasi juga memberikan informasi mengenai benar atau tidaknya strategi yang dipakai, ketepatan cara operasi yang dipilih, pemilihan cara pembelajaran yang lebih baik, pelaksanaan pengawasan terhadap kegiatan rutin internal yang sedang berjalan.
Arikunto mendefiniskan evaluasi sebagai “to find out, decide the amount or value”. Evaluasi adalah untuk menemukan, menentukan jumlah atau nilai tertentu.
Hal senada diungkapkan oleh Wirawan, bahwa evaluasi bertujuan mengumpulkan informasi untuk menentukan nilai dan manfaat objek evaluasi, mengontrol, memperbaiki, dan mengambil keputusan mengenai objek tersebut. Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa evaluasi digunakan untuk melihat sejauh mana suatu kebijakan dapat meraih tujuan dan maanfaat yang diinginkan.
Stuffflebeam mendefinisikan istilah evaluasi, sebagai berikut:
The root term in evaluation is value, meaning an ideal held by a society, group, or individual, or an attribute of the relative merit, worth, or usefulness of an object. At the basic level, evaluators assess the service of an institution, program, and professional value. The values provide the foundation for deriving the particular evaluate criteria. The criteria, along with questions of stakeholders, dictate information needs. These, in turn, provide the direction for selecting/constructing the evaluation instruments and interpretation standards. Thus, evaluators and their clients must regularly employ values clarification as the foundation stone of their evaluation activities.

Istilah akar dalam evaluasi berarti nilai atau manfaat ideal yang dilakukan oleh masyarakat, kelompok, atau individu, atau nilai jasa relatif, layak, atau kegunaan dari suatu objek. Pada tingkat dasar, evaluator menilai pelayanan suatu institusi, program, dan nilai kinerjanya. Nilai tersebut menjadi dasar dalam menentukan kriteria evaluasi. Kriteria, dilakukan dengan menanyakan kebutuhan informasi kepada para pemangku kepentingan. Sehingga hal ini akan memberikan arahan guna memilih/membangun instrumen evaluasi dan standar interpretasi. Dengan demikian, evaluator dan pelanggan secara terus menerus harus mengklarifikasi nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dasar kegiatan evaluasi.
The Joint Committee on Standards for Educational Evaluation mendefinisikan evaluasi, Evaluation is the systematic assessment of the worth of Merit Of Some object. Evaluasi adalah penilaian sistematis terhadap nilai guna dari tujuan atau obyek (barang ataupun jasa).
Dari beberapa penjelasan di atas disintesiskan bahwa, evaluasi menurut pendapat para analis kebijakan adalah aktivitas menilai, mengukur, menimbang, suatu tujuan atau manfaat dari sebuah kebijakan. Evaluasi merupakan kegiatan mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam pengambilan keputusan.
Evaluasi sebagai suatu upaya sistematis, berkesinambungan, mengumpulkan, dan memproses informasi untuk menghasilkan kesimpulan tentang nilai dan manfaat suatu objek. Hasil evaluasi dapat memperbaharui semua komponen pendidikan ke arah yang lebih baik, membantu proses pengembangan, implementasi, perbaikan, dan menambah pengetahuan serta membantu mendapatkan dukungan dari semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.
Evaluasi membantu pengembangan implementasi, kebutuhan suatu kebijakan/program, perbaikan kebijakan/program, pertanggungjawaban, seleksi, motivasi, menambahkan pengetahuan dan dukungan dari pemangku kepentingan. Evaluasi lebih kepada proses membanding antara kegiatan yang direncanakan dengan yang dilaksanakan.
Beberapa pendapat lainnya mengenai definisi evaluasi yang dikemukakan oleh para pakar atau lembaga evaluasi antara lain, dikemukakan oleh Owen, yang menyatakan bahwa evaluasi adalah proses dalam penyediaan informasi untuk mengambil keputusan tentang objek yang sedang dievaluasi (evaluan sama dengan objek yang dievaluasi). Popham menyatakan bahwa evaluasi adalah proses pencarian, pengumpulan dan pengambilan data (informasi) yang diperlukan untuk memberikan pertimbangan apakah program yang sedang berjalan perlu diperbaiki, dihentikan atau diteruskan. Menurut Gronlund, evaluasi adalah suatu proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi data, dan menentukan tingkat keberhasilan seseorang terhadap tujuan instruksional.
Karena evaluasi merupakan proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis yang diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan, maka dikatakan bahwa evaluasi selalu berhubungan dengan pengambilan keputusan. Hasil evaluasi merupakan suatu landasan untuk menilai suatu kebijakan atau program dan memutuskan apakah kebijakan/program tersebut dapat diteruskan atau masih perlu diperbaiki lagi untuk membuat keputusan, karenya diperlukan informasi yang valid dan reliable.
Lebih lanjut Owen mendefinisikan evaluasi sebagai: “(1) evaluation as the judgement of worth of a programs, (2) evaluation as the production of knowledge based on systematic anquiry to assist decision making about a programs”. (Owen, 2006: 18).
Owen: (1). Evaluasi yang menentukan nilai manfaat suatu program, (2). evaluasi sebagai dasar dari produk ilmu pengetahuan yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang suatu program. Secara umum istilah evaluasi dapat disamakan dengan penaksiran (appraisal), pemberian angka (rating) dan penilaian (assesment). Dalam arti yang lebih spesifik, evaluasi berkenaan dengan produksi informasi mengenai nilai atau manfaat hasil kebijakan.
Menurut Gay evaluasi adalah:
Evaluation is the systematic process of collecting and analyzing data in order to make decisions. Evaluation involves such as the following; (1) is the special program worth what is cost?; (2) is the new experimental reading curriculum better than former curriculum?; (3) should Fenster be placed in a program for the gifted?
Evaluasi adalah upaya sistematis dalam pengumpulan dan menganalisis data guna pengambilan keputusan. Evaluasi melibatkan berbagai hal seperti (1) apakah kebijakan ini adalah program khusus yang bermanfaat berapa biayanya? (2) apakah program kerja yang baruersebut lebih baik dari sebelumnya? (3) apakah penggantian program tersebut lebih baik?
Berdasarkan beberapa pengertian yang dikemukakan para ahli di atas, dapat disintesiskan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses sistematis dan berkesinambungan, mengumpulkan informasi dalam rangka pembuatan kebijakan dan keputusan sehingga menghasilkan nilai dan manfaat dari suatu objek. Evaluasi merupakan suatu proses meninjau kembali, mulai dari tahap awal sampai kepada hasil akhir. Secara eksplisit evaluasi mengacu pada pencapaian tujuan sedangkan secara implisit evaluasi harus membandingkan apa yang dicapai oleh suatu kebijakan atau program dengan apa yang seharusnya dicapai berdasarkan standar atau kriteria yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan evaluasi.
Sehingga dapat disimpulkan pula, bahwa evaluasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh data dan informasi secara kualitatif maupun kuantitatif, untuk dapat diambil suatu keputusan. Informasi tersebut juga digunakan untuk menilai seberapa jauh kebijakan/program telah berjalan sesuai yang direncanakan dengan jalan membandingkan beberapa kriteria yang ada.
Evaluasi memainkan sejumlah fungsi utama dalam analisis kebijakan: Pertama dan yang paling penting, evaluasi memberi informasi yang valid dan dapat dipercaya mengenai kinerja kebijakan, yaitu seberapa jauh kebutuhan, nilai dan kesempatan telah dapat dicapai melalui tindakan publik. Dalam hal ini evaluasi mengungkapkan seberapa jauh tujuan-tujuan tertentu telah dicapai. Kedua, evaluasi memberi sumbangan pada klarifikasi dan kritik terhadap nilai-nilai yang mendasari pemilihan tujuan dan target nilai, diperjelas dengan mendefinisikan dan mengoperasikan tujuan dan target. Nilai juga dikritik dengan menanyakan secara sistematis kepantasan tujuan dan target dalam hubungan masalah yang dituju. Dalam menanyakan kepantasan tujuan dan sasaran analisa dapat menguji alternatif sumber nilai maupun landasan mereka dalam berbagai bentuk rasionaltas. Ketiga, evaluasi memberi sumbangan pada aplikasi metode-metode analisis kebijakan lainnnya, termasuk perumusan masalah dan rekomendasi. Informasi tentang tidak memadainya kinerja kebijakan dapat memberi sumbangan pada perumusan ulang masalah kebijakan sebagai contoh dengan menunjukkan bahwa tujuan perlu didefinisikan ulang. Evaluasi dapat pula menyumbang pada definisi alternatif kebijakan yang baru atau revisi kebijakan dengan menunjukkan bahwa alternatif kebijakan yang diunggulkan sebelumnya perlu dihapus dan diganti dengan lainnya.
Evaluasi menurut Dunn dalam bukunya “Pengantar Analisis Kebijakan Publik”, disebutkan bahwa evaluasi berfungsi sebagai: “Evaluasi adalah sebuah kegiatan yang membuahkan pengetahuan yang relevan dengan kebijakan tentang ketidaksesuaian antara kinerja kebijakan yang diharapkan dengan yang benar-benar dihasilkan. Organisasi atau lembaga melaksanakan evaluasi untuk melihat keberhasilan program dan menilai pencapaian kualitas dalam kurun waktu tertentu. Dari hasil evaluasi dapat digambarkan atau diinformasikan kepada manajemen puncak dan kepada seluruh anggota organisasi tersebut.
Hal ini senada dengan pendapat Stufflebeam & Shinkfield bahwa evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan pertimbangan untuk menentukan nilai dan jasa dari tujuan yang akan dicapai, desain implementasi dan dampak untuk membantu membuat keputusan, membantu pertanggung jawaban dan meningkatan pemahaman terhadap fenomena.
Adapun Provus mengemukakan bahwa: evaluation can serve at least three major purpose (1) to ensure the quality of product, (2) to ensure this quality at minimal cost and, (3) to help management make decisions about what should be produced and how. Evaluasi dapat menyediakan paling tidak tiga tujuan utama (1) memastikan kualitas produk (2) memastikan kualitas tersebut dengan biaya minimal, dan (3) membantu pihak manajemen membuat keputusan tentang apa yang seharusnya di produksi dan bagaimana caranya.
Evaluasi adalah proses yang digunakan untuk menilai mutu produk. Tujuan evaluasi adalah untuk melihat tingkat keberhasilan pengelolaan kegiatan, melalui kajian terhadap manajemen dan output pelaksanaannya serta permasalahan yang dihadapi, untuk selanjutnya membantu pertanggungjawaban dan meningkatan pemahaman terhadap fenomena. Nawawi mengemukakan evaluasi adalah kegiatan untuk menilai atau melihat keberhasilan bahkan kegagalan sebuah organisasi atau unit kerja dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang dibebankan kepadanya.
Dari beberapa konsep sebagaimana penjelasan di atas, peneliti mensintesiskan, evaluasi adalah upaya mempertimbangkan, serta menilai ketercapaian suatu tujuan melalui sekumpulan data dan informasi terkait, pelaksanaannya memerlukan adanya standar kriteria tertentu sebagai pedoman dalam menilai apakah kebijakan yang dievaluasi berhasil atau gagal, apakah program atau kebijakan tersebut dilanjutkan, diperbaiki, diperluas generalisasinya atau bahkan dihentikan.
Wibawa dkk dalam Tilaar & Nugroho mengemukakan bahwa evaluasi kebijakan publik memiliki empat fungsi:
Pertama fungsi ekplanasi. Melalui evaluasi dapat dipotret realitas pelaksanaan program dan dapat dibuat suatu generalisasi tentang pola-pola hubungan antar berbagai dimensi realitas yang diamatinya. Dari evaluasi ini evaluasi dapat mengidentifikasi masalah, kondisi, dan aktor yang mendukung keberhasilan atau kegagalan kebijakan.
Kedua fungsi kepatuhan. Melalui evaluasi dapat diketahui apakah tindakan yang dilakukan oleh para pelaku baik birokrasi maupun pelaku lainnya sesuai dengan standar dan prosedur yang ditetapkan oleh kebijakan.
Ketiga fungsi audit. Melalui evaluasi dapat diketahui, apakah output benar-benar sampai ke tangan kelompok sasaran kebijakan, atau justru ada kebocoran atau penyimpangan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now